Aspirasi Orang Muda

Dulu Sumpah Pemuda menyatukan semangat. Hari ini, giliran kita menyuarakan keresahan dan harapan.

Dinding Aspirasi

Butuh 7 tahun buat aku keluar dari cangkangku. Pas keluar dari sana, aku ketemu orang-orang dan tempat yang baik bgt. Aku yakin gada yang kebetulan. Pasti Tuhan sudah menuntunku ke tempat dan kondisi yang pas untukku. Semoga kamu juga bisa secepatnya menemukan apa yang kamu cari. Jangan lelah bermimpi, ya.

Umur.
Apa pemuda bisa selamanya muda? Umur jadi batasan untuk bergerak ga? Karena untuk kerja sih pasti ada. Seberapa banyak waktunya? Pengennya sih bilang beraksi sekarang, tapi yg menengah ini waktu kayanya habis di kerja.
Umur.
Takut.

Mungkin keresahan selama ini adalah melihat dimana pemuda sekarang sangat kurang aware terhadap isu kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, dimana banyak sekali sesuatu hal dimana seharusnya kita sebagai pemuda peduli terhadap hal tersebut, maka dari itu aku sebagai anggota dari gerakan turuntangan ingin memberikan dampak yang baik dan nyata bagi masyarakat ataupun teman teman, dan aku pun mempunyai platform medsos dimana itu di bidang mental health yaitu growteller, aku pun sedang mengembangkan nya agar bisa berdampak luas bagi semua orang. Perjuangan akan terus ada ketika asa kita terus menyala

Banyak teman-teman saya yang malas untuk aktif berdiskusi dalam forum BEM UNJ, padahal kita itu adalah Badan Eksekutif Mahasiswa yaitu lembaga eksekutif tertinggi di kampus UNJ. Namun usaha yang dikerahkan masih sedikit atau bahkan terlihat tidak ada jasa yang berkontribusi untuk BEM UNJ.

Nongkrong dan cari temen ngobrol dan belajar offline jauh banget yaAllah, di Jakarta mulu. Mau di cibubur aja

Suka bingung, kadang yang dibingungin juga gak tau apa

Kami sering kesulitan kirim buku ke desa karena ongkir mahal. Tapi tiap kali buku sampai, senyum anak-anak di sana ngilangin capeknya. Kami pengen lebih banyak dukungan logistik buat gerakan literasi kecil kayak kami, supaya mimpi anak-anak desa nggak kehalang jarak.

Dulu Sumpah Pemuda menyatukan cita-cita bangsa. Sekarang, aku pengen lihat anak muda di seluruh Indonesia saling dukung, bukan saling sindir. Aku resah lihat polarisasi di medsos yang makin keras. Semoga ada gerakan yang ngajarin kita ngobrol dan berbeda pendapat tanpa benci.

Kami sering dibilang ganggu ketertiban karena bikin mural atau aksi seni di jalanan. Padahal yang kami lakukan cuma pengen bikin kota ini lebih hidup dan berpikir. Andai ada lebih banyak dukungan atau ruang legal untuk seniman jalanan, mungkin masyarakat bisa melihat bahwa ekspresi juga bentuk cinta pada kota.